Rabu, 18 Desember 2013

Haram Keliling Dunia by Nur Febriani Wardi



Pertama kali membaca judul buku ini pembaca mungkin akan berkerenyit heran. Kok haram? Apa maksudnya haram itu dilarang? Ternyata haram disini merujuk pada Masjidil Haram. Penulis buku ini menganggap sejumlah perjalanan yang berhasil dilakukannya adalah berkah yang diawali kunjungannya ke Masjidil Haram saat naik haji.

Penulis buku ini, Nur Febriani Wardi, adalah seorang relawan Palang Merah dan MerC. Kegiatan relawan itulah yang membawanya meraih beasiswa StuNed di Belanda. Hasil royalti dari penjualan buku kumpulan ceritanya selama belajar dan jalan-jalan 16 bulan di Belanda dan Eropa ini rencananya akan disumbangkan untuk PMI dan Yayasan Balita Sehat. Makanya jangan ragu-ragu untuk membeli. Paling tidak kita beramal dan mendapat cerita bagus.
Dengan mengambil sudut pandang orang pertama, Nur mengisahkan kesan dan pendapatnya akan berbagai daerah di Eropa yang sempat dikunjunginya. Istambul, Praha, Paris, dan Budapest diantaranya.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa gaul, jadi maklumi saja kalau ada sejumlah kata dan kalimat yang tidak sesuai EYD. Lagipula sebagian besar buku jalan-jalan karya penulis lokal memang tidak memakai EYD.
Hanya dengan membaca genre dan gaya penulisannya, kita bisa langsung tahu bahwa target pembaca buku ini sama dengan seri Naked Traveler, yaitu kalangan anak muda generasi Millennials dan sebagian Gen X. Bahkan pemilihan lokasi jalan-jalannya merujuk pada Naked Traveler. Sepertinya Nur merupakan fans berat Trinity.
Hal menarik yang membuat pembaca penasaran adalah apalah mbak Nur (penulis) masih berhubungan dengan pria India yang jadi kekasihnya, putus, atau malah sudah menikah?
Overall, buku ini lumayan bagus. Pembaca mendapat sejumlah hiburan dan pengalaman penulis. Tapi karena saya sebelumnya sudah membaca karya Trinity dan Agustinus Wibowo, buku ini jadi terasa kurang gereget. Cara penyampaiannya entah kenapa kurang berkesan. Sepertinya sudut pandang penulis kurang otentik.
But still, its a good book, although not fall into must read category. I don’t know how much its worth because I borrowed it from local library. I add picture above from her official blog. When you want to donate to PMI and get a good read, better buy it. Cheers.

0 komentar: