Senin, 17 Februari 2014

TEENWOLF SEASON 3A

Teenwolf merupakan salah satu serial tv dari MTV yang mengangkat tema keseharian anak muda yang dibungkus petualangan werewolf alias manusia serigala. Serial ini mulai tayang di 2011 dan sepertinya membonceng ketenaran trilogi Twilight. Siapa sangka bahwa ternyata Teenwolf berhasil menarik hati penonton televisi (terutama remaja dan dewasa muda) dan mendapat rating sangat tinggi, bahkan hingga season ketiganya.

Scott McCall dihadapkan pada misteri baru dengan munculnya sejumlah pembunuhan di kotanya. Pertama korbannya orang-orang tak dikenal, lama-lama guru dan teman-teman sekolahnya ikut jadi korban. Pembunuh yang memakai ritual pengorbanan ala Celtic/Gaelic kuno pun menyasar ibu Scott dan ayah sahabat-sahabatnya untuk dikorbankan. Scott harus berpacu dengan waktu dan bekerjasama dengan kawanan werewolf lain untuk menyelamatkan mereka.
Di sisi lain, ia harus menjaga keselamatan teman-temannya, baik yang manusia biasa, sesama werewolf, dan teman pemburunya dari persaingan antara kelompok werewolf dan si pembunuh.
Dibandingkan 2 Season sebelumnya, Teenwolf season 3A mengandung porsi romansa minimal. Tema persahabatan, kemanusiaan dan kesetiakawanan lebih ditekankan disini. Penonton bisa melihat tokoh Scott dan Stiles yang semakin dewasa ketika mereka mencoba bertindak dengan akal dan negosiasi tanpa mengorbankan jiwa manusia. Mereka juga lebih legowo  menerima kenyataan kalau love interest mereka berpaling. Sehingga mereka berdua cenderung memfokuskan tenaga dan perhatian ke sekolah, pekerjaan dan keluarga.
Twist plot season 3A lebih padat dan beragam. Beda dengan season 1 dan 2 yang alurnya mudah ditebak, alur season 3A menyajikan banyak kejutan dan akhir tak terduga. Porsi kekerasan dan half-naked werewolf pun jauh lebih sedikit. Penonton hanya sedikit menemukan adegan duel antar manusia serigala di tiap episode. Porsi keseharian anak SMA normal dan bagaimana mereka survive lebih ditekankan.
Kekurangannya: Teenwolf season 3A terasa lebih serius dan gelap. Unsur humornya rendah. Kecuali untuk beberapa episode, nyaris tidak ada adegan antar tokoh bercanda atau berbuat konyol seperti layaknya anak SMA.

Sebagai hiburan, Teenwolf lumayan bagus. Bisa dinikmati sambil mengunyah popcorn dan mengobrol. Contoh tontonan ringan bagi remaja dan keluarga yang tidak membosankan dan tidak membuat kecanduan seperti Game of Thrones atau The Newsroom.

0 komentar: