Selasa, 15 April 2014

Apa Saja Substitusi Televisi Gratis?



Siaran televisi sekarang makin lama makin jelek saja. Sinetron makin tidak masuk akal. Infotainment merajalela, saluran berita penuh dengan hate speech (menyebarkan kebencian terhadap pemerintah atau kelompok minoritas) bahkan acara bincang-bincang dan reality show semakin tidak obyektif dan menggiring opini pemirsa.

Di Indonesia, rata-rata satu rumah hanya punya televisi sebuah saja. Kalangan menengah ke atas bisa saja punya lebih dari satu televisi. Kalangan menengah ke atas bisa saja punya lebih dari satu televisi. Sebuah untuk keluarga di living room, sebuah buat masing-masing anak dan satu lagi buat pembantu. Tontonannya berbeda-beda pula. Pembantu biasanya nonton sinetron dan infotainment. Anak-anak menonton acara musik atau wisata, sedangkan televisi utama di living room biasanya dipakai untuk menonto berita atau acara televisi berbayar. Televisi di living room ini biasanya tersambung dengan decoder satelit atau televisi berbayar, dan ruangannya bersambung atau berhubungan langsung dengan ruang makan sehingga semua anggota keluarga diharapkan mau berkumpul di situ.
Kalau sudah bosan dengan acara televisi biasa, apa gantinya? Pertama, pindah ke konsol game. PS4 atau XboxOne sekarang sudah bisa streaming Hulu atau Netflix, sehingga kita bisa menikmati tontonan box office bersama keluarga.
Kedua, pasang receiver satelit untuk menikmati siaran televisi satelit. Kita bisa menikmati siaran televisi lokal yang lebih bermutu macam NetMedia, Bloomberg Indonesia, B-Channel atau JakTV di tv satelit. Bahkan siaran berita yang disiarkan lewat satelit lumayan lengkap. Selain Bloomberg ada Channel News Asia, Arirang, NHK Jepang, Al-Jazeera, France 24, Russia Today, atau DWTV Jerman. Sesuaikan saja dengan selera anda. Cukup 700ribu dan 140 channel berada di genggaman anda.
Tiga, berlangganan televisi berbayar atau tv kabel. Cara ini lebih mahal dibanding memasang receiver satelit. Kita wajib mengeluarkan biaya minimal 85ribu per bulan untuk berlangganan saluran berbayar. Channel yang disediakan kebanyakan tematik, tidak sebanyak televisi satelit tapi lebih spesifik. Kalau ambil paket hiburan, kita tidak akan mendapatkan siaran berita macam France 24 atau Berita Satu.
Alternatif keempat yaitu beralih ke DVD atau BluRay. Bila kita tinggal di kota besar, tersedia banyak rental yang menyediakan film-film bagus, box office maupun indie. Kita bisa menonton film-film itu kalau bosan dengan acara televisi.
Alternatif terakhir, yaitu beralih ke tontonan yang disediakan aplikasi smartphone seperti Youtube, DWTV, Euronews atau IndoTV. Rata-rata setiap stasiun televisi besar punya aplikasi di smartphone yang bisa streaming. Di aplikasi ini kita tidak hanya bisa melihat siaran mereka, tapi juga membaca ulasan peristiwa dan laporan berita dari seluruh dunia.
Kalau menurut anda, apa yang sebaiknya dilakukan ketika bosan dengan siaran televisi?

0 komentar: