Selasa, 01 April 2014

Guru, Hidupmu Hanya Untuk Kami By Eidelweis Almira

Apa makna seorang #guru? Apakah hanya pengajar semata? Atau orang yang sudah mendidik dan membagi ilmunya kepada kita? Kumpulan kisah guru dalam buku ini layak dibaca sebagai pengingat pentingnya peran guru (dan sekolah) dalam hidup kita.
Sepintas melihat buku ini, benak kita mungkin akan melayang ke kumpulan cerita Indonesia Mengajar. Tapi kisah guru di Indonesia mengajar hanya sebagian dari isi buku ini. Ada cerita dan kisah lain tentang jasa, metode pengajaran, pengalaman mengajar, dan perjuangan menjadi seorang guru.

Benang merah yang bisa ditarik dari kisah-kisah guru di dalamnya adalah: mereka mengajar di daerah terpencil atau sulit dijangkau. Lupakan tentang jalan-jalan gratis, kredit rumah dan kendaraan atau sertifikasi S1 yang diterima guru-guru di Pulau Jawa atau daerah perkotaan. Hampir semua guru dalam buku ini tidak punya sertifikasi guru, terlalu muda untuk menjadi guru atau underqualified. Tapi mereka tulus mengajar dan mendidik anak-anak di daerah terpencil dan jauh dari mana-mana.

Buku ini (sekali lagi) membuka mata kita betapa menumpuknya stok guru di daerah perkotaan dan Pulau Jawa. Dan betapa langkanya orang atau guru yang bersedia mengajar di pedalaman. Atau karena mengajar di pelosok minim fasilitas dan harta, makanya calon-calon guru lebih memilih mengajar di Jawa yang bergelimang tunjangan dan fasilitas? 

0 komentar: