Minggu, 27 April 2014

Tanah Dan Rumah : Investasi Terfavorit Di Indonesia

image courtesy of Freshome.com

Kalau bicara tentang investasi, rumah dan tanah adalah hal pertama yang terlintas di benak sebagian besar masyarakat Indonesia, mungkin karena mereka belum familiar dengan investasi di pasar modal atau karena emas hanya dianggap sebagai investasi perantara dengan tanah.

Kenapa penduduk Indonesia suka sekali dengan tanah dan rumah? Mungkin karena ada anggapan bahwa seseorang baru dianggap mapan bila punya rumah sebagai tempat berlabuh dan beristirahat. Bicara tentang rumah, yang dimaksud rumah oleh masyarakat adalah bangunan dengan fondasi tanah, bukan apartemen atau rumah susun. Orang bisa bekerja mati-matian untuk membayar kredit pembelian rumah walau kalau dihitung harga rumahnya tidak masuk akal.
Karena hampir semua orang beranggapan hidup belum cukup jika belum memiliki rumah, semakin banyak pula rumah dibangun. Sayangnya jumlah rumah baru yang dibangun tiap tahun kalah dengan jumlah orang yang menginginkan dan membutuhkan rumah. Akibatnya harga rumah merangkak naik.
image courtesy of Freshome.com
Alasan kedua adalah karena rumah dan tanah mudah diklaim di BPN dengan akta tanah palsu yang terdiri dari surat segel kuno dan materai jadul. Alasan inilah yang membuat pejabatdan politikus menggemari investasi tanah, karena bisa dipakai untuk menyembunyikan hasil korupsi dan gratifikasi.
Dari sisi pengembang atau kontraktor, berinvestasi dengan membangun rumah sangat menarik karena harga rumah (termasuk ruko dan apartemen) sangat mudah dinaikkan. Tinggal pasang iklan persediaan terbatas atau minggu depan harga naik, niscaya masyarakat akan berebutan membelinya sehingga harganya naik betulan.
Bagi konsumen yang belum punya uang tunai cukup, mengajukan kredit untuk membeli rumah atau tanah pun relatif mudah dilakukan berkat fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dari bank. Semua bank, bahkan yang syariah sekalipun, pasti menawarkan KPR. Semakin besar jumlah tabungan seseorang dan semakin bagus (tepat waktu) catatan waktunya, semakin mudah KPR didapatkan.
Adanya keempat hal di atas membuat investasi tanah dan rumah (atau properti lainnya seperti apartemen dan ruko) menjadi semakin diminati masyarakat Indonesia. Bagaimana dengan anda? Apa alasan anda berinvestasi tanah atau rumah?


0 komentar: