Minggu, 27 April 2014

Perlukah Subtitle di Program Berita

Ada satu hal aneh yang saya temui saat menonton sebuah acara berita di BloombergTV Indonesia atau VOA, yaitu adanya subtitle atau teks terjemahan di atas running text.
Buat saya subtitle itu sangat mengganggu. Bayangkan, tujuan utama orang menonton acara berita adalah untuk dinikmati beritanya, untuk mencari informasi perkembangan dunia terbaru, kenapa harus ada subtitle?

Subtitle sangat mengganggu karena ia memecah konsentrasi penonton dan mengalihkan perhatian dari isi pembicaraan. Jika sedang menonton berita biasanya penonton akan memaksimalkan fungsi pendengarannya. Adanya subtitle memecah konsentrasi mendengar saja menjadi mendengar dan membaca. Ada 2 fungsi yang harus dilakukan bersamaan. Proses ini melelahkan dan menguras energi, membuat penonton memilih berkonsentrasi pada suara berita saja dan mengabaikan subtitle walau sulit.
Hal yang mengusik saya : apakah penonton berita di Indonesia sedemikian rendah penguasaan bahasa Inggrisnya sehingga dibutuhkan bantuan subtitle untuk memahami isi berita?
Saran saya kepada VOA, Bloomberg TV Indonesia dan saluran berita lain, berhentilah menambah subtitle kepada program berita impor. Mengganggu dan memcah fokus. Kami bisa memahami acara berita tanpa bantuan subtitle. Lagipula dengan berhenti menambah subtitle, kalian bisa mengalihkan sumber daya manusia untuk membuat program berita yang lebih baik, kan? 

0 komentar: