Selasa, 01 April 2014

Kenapa Makanan Indonesia Sulit Mendunia


Jepang punya sushi, Meksiko punya tortilla, Amerika punya Burger, Thailand punya tom yum. Semua negara di atas punya makanan yang bisa diidentifikasikan dengan mereka, dan bisa ditemui dengan mudah di berbagai belahan dunia. Indonesia punya rendang dan nasi goreng, tapi kenapa sulit sekali menemukan kedua jenis makanan tersebut di luar Asia Tenggara?

Sushi, tortilla dan burger punya satu kesamaan, yaitu mudah dibuat, bahan-bahan penyusunnya mudah diganti (disubstitusikan), punya kombinasi warna menarik (hijaunya sayuran, merahnya daging dan sentuhan mayones atau wasabi). Masakan Indonesia seperti rendang dan nasi goreng mengandung terlalu banyak bumbu rempah dengan proses pembuatan berliku. Konsumen tidak bisa langsung meneriman pesanan dengan cepat, harus menunggu lebih dari 20 menit, bila ia ingin makanan disajikan segar dan hangat.
Dua makanan Indonesia yang paling terkenal, rendang dan nasi goreng pun belum bisa ditemui versi instannya. Yang ada mie rasa rendang. Belum ada nasi goreng instan seperti halnya mie instan atau tiwul instan.
Banyaknya bumbu yang digunakan berpengaruh terhadap rasa. Sebagian besar olahan rendang lokal dan nasi goreng punya cita ras spicy yang keras. Budaya makan masyarakat Indonesia yang menyukai pedas membuat semakin banyak bumbu yang dipakai semakin bagus. Tapi bagi orang di luar Indonesia, rasa pedas dan rempah-rempah yang berlebihan bisa membuat mereka sakit perut akut.

Last but not least, variasi rendang dan nasi goreng sangat banyak. Cuma tidak ada satu resep pun yang sederhana dan menonjol. Akibatnya, konsumen mancanegara kesulitan mengidentifikasi makanan khas Indonesia.

0 komentar: