Minggu, 17 Agustus 2014

The Prague Cemetery by Umberto Eco

image belong to arneharuric.blogspot.com
Bulan ini saya mencoba menaikkan kelas bacaan fiksi saya. Kalau sebelumnya lebih banyak berkutat pada fiksi detektif, thriller, young adult atau adventure, kali ini saya mencoba bergeser ke fiksi sejarah, tepatnya fiksi sejarah karya Umberto Eco yang berjudul The Prague Cemetery.
Kapten Simonini adalah seorang penduduk asli Piedmont, Turin yang berprofesi sebagai notaris. Suatu ketika, Dinas Rahasia Kerajaan Italia menyuruhnya bergabung untuk mengatasi pemberontakan Garibaldi di Sisilia. Karena tergiur dengan imbalannya, ia setuju. Sejak saat itulah ia terlibat dalam berbagai kejadian penting di berbagai tempat di Eropa.

Alur kisah ini sangatlah lambat dengan dialog panjang. Menariknya, dialog tiap tokoh berkaitan dengan peristiwa Pra Perang Dunia 1 yang sedang berlangsung saat itu, termasuk di antaranya sentimen anti-semit yang mengjangkiti sebagian besar penduduk Eropa saat itu. Pilotnya berlapis. Di 100 halaman pertama, pembaca mungkin bingung di mana kisah akan berpijak atau mengalir. Kemudian, pembaca bisa mengenali mengalirnya cerita dan plot yang berkembang semakin rumit. Apa yang dikira benar ternyata salah, dan sebaliknya. Di bawah plot utama, ada plot lain yang berjalan. Muncul plot tambahan tiap kali kapten Simonini berpindah tempat.
Prague Cemetery adalah fiksi sejarah brilian,yang mengupas sisi terburuk perangai manusia dan memaksa pembaca untuk memahami dan mencari arti dari tiap tindakan dan perkataan tokoh-tokohnya. Membaca buku ini layaknya menonton film Tinker, Tailor, Soldier, Spy. Lambat, tapi penuh kejutan dan ambiguitas. Jenis hiburan yang menuntut kecerdasan pembacanya.
Sebelum menikmati Prague Cemetery, ada baiknya membaca dulu Why Nations Fail karya Daren Acemoglu atau Collapse dari Jared Diamonds. Dari kedua buku itu kita bisa mendapat gambaran latar belakang Eropa saat itu dan memahami motif tokoh-tokoh dalam novel.

Prague Cemetery sangat direkomendasikan bagi penikmat fiksi sejarah yang sudah bosan dengan Dan Brown dan ingin menikmat jenis fiksi sejarah yang lebih bermutu. 5 out of 5 stars. 

0 komentar: