Minggu, 11 Agustus 2013

Let's Eat on Site


Siapa suka jajan? Kalau pertanyaan itu diajukan, saya salah satu yang akan mengacungkan tangan tanda setuju. Kita semua suka jajan. Baik terkadang maupun sesekali, bahkan sesering mungkin. Anak kos hampir pasti jajan setiap hari. Alasannya? Sibuk, tidak sempat masak, repot.
Dimanakah kita jajan? Bisa di angkringan, warung, kafe atau restoran. Paling sering jajan di tenda PKL atau angkringan. Kalau habis gajian atau dapat honor barulah kita jajan di kafe atau restoran.
 Saat di kafe atau restoran, lebih suka bungkus atau makan di tempat? Saran saya, makanlah di tempat. Jangan bungkus bawa pulang. Kenapa?
Well, dengan memakan food and beverages on location kita mendapat kondisi makanan hangat. Fresh from the oven. Teksturnya masih lembut, kondisinya masih hangat, aromanya masih menguar menggoda. Kelima indera kita akan dipuaskan oleh makanan/minuman yang dipesan. Misal masih lapar atau kurang kenyang, bisa minta tambah atau mencoba menu lain di tempat yang sama.
Kalau kafe atau restoran tempat kita makan berkonsep open kitchen, kita bisa melihat koki atau chef beraksi memasak pelbagai hidangan. Bahkan kalaupun pesanan kita sudah selesai dimasak dan siap dinikmati, kita bisa tetap menikmati atraksi koki. Salah satu foodcourt di Jogja menyediakan konsep open kitchen ini dimana pengunjung bisa duduk di bar dekat kompor. Wangi bahan-bahan mentah saat dimasak benar-benar menggiurkan.
Percaya atau tidak, biaya interior, hiburan, gaji pegawai, kebersihan dan sebagainya sudah termasuk ke dalam harga makanan dan minuman yang dijual di suatu tempat. Semakin bagus interiornya, semakin mahal makanannya. Semakin banyak cabangnya, semakin murah harga hidangannya. Jangan heran kalau harga minuman/makanan yang sama di KFC bisa ¼ lebih murah daripada Takigawa. Volume pembelian bahan mentah KFC per hari bisa puluhan kuintal, sementara Takigawa paling cuma beberapa kuintal.
Terkadang hiburan di Kafe atau restoran cukup menarik. Kita bisa menikmati bacaan yang tersedia (koran, tabloid, majalah), menonton siaran TV kabel, melihat siaran olahraga (saat weekend), menikmati live music dari band atau penyanyi lokal, atau guyonan dari comic yang sedang pentas. Siapa tahu dengan duduk sejenak menikmati suasana kafe atau restoran kita bisa memperluas pergaulan atau mendapat calon klien potensial.

0 komentar: