Minggu, 25 Mei 2014

Anak-Anak Angin: Keping Perjalanan Seorang Pengajar Muda By Bayu Adi Persada

Di samping sejumlah antologi pengalaman Pengajar Muda di masa bakti mereka, ternyata terbit pula buku harian seorang di antaranya. Ialah Bayu Adi Persada, Pengajar Muda yang mengajar di Bibinoi, desa kecil di Kabupaten Halmahera Selatan. Ia menjadi salah satu pengajar muda angkatan pertama hasil saringan. Dari 1383 pelamar, hanya 51 orang yang lulus.
Impresi pertama dari buku ini kurang mengesankan. Kisah dibuka dengan konflik keluarga antara Bayu dan ayahnya karena ia memutuskan menjadi Pengajar Muda, bukan mengejar karir di perusahaan ternama seperti yang diidamkan ayahnya. Bayu pun berangkat ke Maluku dengan ganjalan di hatinya karena belum berhasil berdamai dengan ayahnya.
Sesampai di Bibinoi, Bayu yang bertekad memajukan desa pelosok yang terbelakang ini pelan-pelan mulai mewujudkan visi Indonesia Mengajar di SDN Bibinoy. Dari sinilah cerita mulai menarik. Bayu harus berhadapan dengan keterbatasan Indonesia Timur seperti tidak ada jalan yang layak, listrik sering tewas hingga sinyal telepon sayup-sayup, sampai permasalahan mental masyarakat. Ia sudah dua kali kecurian uang, berhadapan dengan bocah-bocah nakal susah diatur, Kepala Sekolah yang menggelapkan dan BOS, bahkan masalah pergaulan bebas yang kebablasan. Satu per satu ia berhasil memecahkan permasalahan tersebut hingga tinggal menyisakan kasus pencurian uang.
Dari buku harian ini kita seolah kembali diingatkan potensi besar dari anak-anak Indonesia Timur. Walaupun mereka masih bekerja membantu orang tua, kekurangan gizi, terbatas bacaannya, dan kualitas sekolahnya lebih rendah dibanding Pulau Jawa, tapi kecerdasan mereka sama bahkan ada yang lebih dibanding anak-anak di Jawa. Perbedaan tingkat kemakmuranlah yang menjauhkan mereka dari pendidikan.
Anak-Anak Angin, walau menggunakan diksi dan gaya bahasa sederhana, tapi mudah dipahami dan cepat diingat. Ceritanya lekat dengan keseharian dan pembaca bisa cepat mengkorelasikannya dengan kehidupannya sendiri. Ada nilai-nilai sederhana yang dekat dengan keseharian di sana. Seperti keberanian bertindak tegas, keberanian mengakui kelemahan, keberanian menentang otoritas yang melenceng dan kesediaan untuk memberikan tongkat estafet kepada penerus misi.
Anak-Anak Angin sangat direkomendasikan untuk dimiliki. Dengan harga yang kurang dari 50ribu, buku harian ini seolah mengingatkan kita bahwa pendidikan sains dan karakter itu sama pentingnya untuk masa depan siapa pun.


0 komentar: