Jumat, 09 Mei 2014

The Cuckoo’s Calling By Robert Galbraith

        Cormoran Strike sedang sial hari ini. Tadi malam tunangannya mendepak ia dari apartemen. Ia harus tidur di kantor detektif kecilnya. Kedua ia nyaris mendorong jatuh sekretaris baru dari Temporary Solutions. Dan sekarang ia harus berhadapan dengan halusinasi seorang kakak yang adik selebritinya tewas bunuh diri. Kasus yang buruk untuk memulai hari. Ia jadi merasa seperti psikiater. Tapi ia butuh uang untuk membayar sewa kantor, jadi diterimanya kasus ini.
Semakin lama Strike menangani kasus ini semakin penasaran ia. Fakta-fakta yang ada tidak sesuai. Ia harus menggali urut-urutan kejadian melalui wawancara dengan saksi mata dan bernegosiasi dengan polisi untuk mendapatkan berkas penyelidikan kasus bunuh diri Lula Landry. Sekretaris baru yang tidak mampu dibayarnya, Robin Ellacott, ikut serta ke sejumlah Tempat Kejadian Perkara untuk memberi sudut pandang lain.
The Cuckoo Calling adalah novel detektif karya JK Rowling dengan nama alias Robert Galbraith. Seperti halnya Nora Roberts yang memilih nama JD Robb untuk karya thrillernya, Rowling sengaja memakai nama Galbraith untuk karya detektifnya untuk menyasar pasar yang berbeda. Nama JK Rowling kadung identik dengan Harry Potter dan mengundang kritikus sastra mengkritik karyanya pasca Potter (seperti yang mereka lakukan pada Casual Vacancy). Ia butuh nama baru jenis novel baru.
Tokoh-tokoh utama dalam Cuckoo’s Calling tidak ada yang istimewa atau punya kemampuan sihir seperti Harry Potter. Semuanya manusia biasa dengan masalah hidup biasa seperti soal pengangguran, kehilangan pekerjaan, gaya hidup yang tidak sesuai dengan gaji, sulit mendapat tempat berdiri di kereta yang penuh, dan lain-lain.
Tokoh utamanya, Cormoran Strike, adalah percampuran dari dr. Gregory House (dari serial televisi House) dan Alex Cross (tokoh detektif rekaan James Patterson) dengan masalah hidup yang lebih membumi seperti tidak punya rumah, bertengkar dengan pasangan, cacat permanen akibat perang yang sia-sia di negeri antah berantah (kakinya tinggal satu yang utuh) dengan kehidupan yang lebih bebas, tidak egois, taat metode dan punya daya analisis kuat.
Sekretarisnya, Robim, pun biasa saja. Standar gadis Inggris pedesaan yang pirang dan berkulit pucat. Tokoh lain, Deeby Macc, seorang rapper Amerika yang mengingatkan kita akan JayZ atau LL Cool J. Pengacara John Bristow mirip ilmuwan gagal yang kurang gizi dan berwatak lemah. Lula Landry, adik angkat John Bristow, supermodel yang bunuh diri dan menjadi pusat cerita ini mengingatkan kita akan Chanel Iman.
Alur cerita dalam Cuckoo’s Calling mengalir lancar dengan kecepatan sedang. Dalam seminggu buku ini bisa terbaca tuntas tanpa terasa. Kekuatan Rowling bernarasi mampu membuat setting, latar belakang, dan suasana dialog begitu nyata sangat terasa. Pembaca bisa ikut berempati dan menikmati suasana Metropolitan London, suasana hati tokoh-tokohnya serta konflik kepentingan di antara mereka. Rowling membangun ketegangan dan pemecahan masalah melalui dialog-dialog antar tokohnya, seperti yang dilakukan Agatha Christie atau Michael Crichton. Walau fakta yang ditemukan tampak sederhana, pembaca bisa ikut menikmati proses ditemukannya sejumlah fakta kematian Lula Landry.
Kelemahan Cuckoo’s Calling adalah jarang ditemui humor dalam rangkaian ceritanya. Mungkin karena Cuckoo’s Calling ditujukan untuk pembaca dewasa jarang sekali ditemukan jokes. Pengetahuan dari Cuckoo’s Calling yang bisa didapat pembaca mencakup nasib dari tentara yang ditugaskan di Afghanistan seperti Strike, cara kerja detektif Inggris yang lebih banyak mengajak ngobrol ngalur ngidul dibanding memakai alat fancy seperti CSI, plus kehidupan dan kebudayaan di London.

Dengan tebal 517 halaman dan harga 90 ribu, Cuckoo’s Calling sangat direkomendasikan untuk dikoleksi. Ceritanya bagus, menghibur dan tidak membosankan, kertasnya tidak membuat mata letih, covernya keren dan mudah dikenali.

0 komentar: