Sabtu, 03 Mei 2014

Paranoia

       Pernah membayangkan jika Sergey Brin dan Larry Page bertikai dan masing-masing mendirikan perusahaan baru? Pernah terpikir jika Steve Jobs dan Peter Wozniak dulu malah bersikukuh dengan ide masing-masing dan tidak mau berdamai? Berangkat dari ide itulah Paranoia dibuat.
Kompetisi melahirkan inovasi. Competition breeds Innovation.  Inovasi membutuhkan kolaborasi dan kerjasama. Jika dalam proses kolaborasi ada beberapa orang yang berselisih, tidak mencapai kesepakatan dan justru mendendam, kolaborasi justru menjadi ajang saling bunuh. Lahir kompetisi baru yang tidak sehat dan saling bunuh.
Paranoia bercerita tentang ide kompetisi tidak sehat yang dilakukan bukan untuk kemajuan tapi semata memenuhi keinginan menghancurkan saingan. Pion sekaligus tokoh utama disini adalah Adam Cassidy (Liam Hemsworth), programmer mobile software  dengan ambisi cepat kaya. Ia menerima tawaran Nicolas Wyatt untuk memata-matai perusahaan saingannya, Jock Goddard, dan mengambil prototype hardware terbaru milik Goddard. Adam dilatih bersikap dan berbicara sesuai dengan standar eksekutif puncak agar bisa masuk perusahaan milik Goddard sebagai programmer handal yang jago memecahkan masalah.
Peran Adam yang tampak sepele tersebut (hanya mencuri prototype hardware dan memata-matai saingan) berwujud bencana saat Adam menyadari ia hanya sebuah alat dan pion dalam industrial espionage, apalagi Wyatt mulai mengancamnya dengan menyandera ayahnya dan menabrak karibnya dengan mobil.
Ide persaingan di industri hardware ini mengambil setting lokasi di New York. Paranoia tidak terlalu istimewa karena jalan cerita dan diaolognya terlalu sederhana sebab produsernya menyasar pasar dewasa muda dan ABG. Sehingga, Paranoia mengandung semua resep box office. Casting yang tampan dan cantik, aktor dengan penampilan rapi tapi berotot, soundtrack dari grup band Top40, adegan kejar-kejaran di gedung bertingkat, kebut-kebutan mobil, pengambilan gambar yang terang dan bersih dan alur berkecepatan sedang agar penonton tidak bosan tapi tetap penasaran.
Akting terbaik di Paranoia layak disandang Gary Oldman yang memerankan Nicolas Wyatt. Ekspresi, nada bicara, gerak tubuh hingga penampilannya betul-betul mencerminkan inovator haus sukses yang menghalalkan segala cara dan justru masuk perangkap saingannya. Akting Harrison Ford sebagai Jock Goddard justru tidak terlihat, datar dan tenggelam di bawah bayang-bayang Oldman dan junior-juniornya.
Akting Liam Hemsworth lumayan walau terasa ganjil karena ekspresinya tidak keluar dan bahasa tubuhnya tidak seperti programmer mobile software ambisius di Sillicon Valley yang berantakan dan doyan bersepeda kemanapun.
Paranoia cukup bagus untuk hiburan, sebagai pengingat bahwa persaingan yang tidak dibarengi kerendah hatian dan kemauan berbagi bisa menghancurkan. Jangan anggap remeh orang yang lebih lemah. Taglinenya yang berbunyi: In A War Between Kings,  Even A Pawn Can Change The Game menggambarkan hal itu.
Berikut daftar soundtrack Paranoia yang enak didengar:
  1. Empire of The Sun : Alive
  2. Zedd : Push & Play
  3. City and Colour : The Hurry and The Harm
  4. Surfer Blood : Demon Dance
  5. Lissie : 1,2
  6. The Babies : Moonlight Mile

0 komentar: