Minggu, 25 Mei 2014

Video Album

Hingga tulisan ini dibuat, sudah dua musician favorit saya, Beyonce dan Fal Out Boy yang menelurkan album studio lengkap dengan video klip untuk tiap tracknya. Semua lagu dalam album mereka dilengkapi dengan video klip yang bisa dinikmati lewat Youtube.

Sebuah revolusi baru cara menikmati musik tengah berjalan. Dulu, pertengahan 2000an, ide yang sama pernah bergulir. Sebuah artis membuat video klip untuk semua lagu dalam albumnya. Hanya saja saat itu belum ada Youtube atau Vimeo. Kalau artis nekat membuat video album, ia harus mengedarkannya lewat format cakram, yang biayanya lebih mahal dibanding cakram audio biasa. Ia juga harus membayar stasiun TV khusus musik agar sering-sering menyiarkan video-video klipnya. Terlalu banyak overhead cost.
Bandingkan dengan sekarang. Pendapatan sebagian besar musisi ditopang oleh konser, iTunes dan Youtube. Penjualan format cakram sudah merosot jauh. Artis harus rajin-rajin berpromosi. iTunes hanya menyediakan format suara. Penonton masa kini lebih banyak memakai Youtube untuk mencari lagu terbaru. Apa serunya mendengarkan musik lewat Youtube? Lebih bagus bila ada gambar. Lebih bagus lagi kalau gambar itu bercerita. Maka dibuatlah video klip.
Berbeda dengan jaman MTV atau Channel V dimana membuat sebuah video bisa sangat mahal. Saat ini sebuah grup band atau artis bisa membuat video klip hanya dari live concert atau berakting lipsync dan mengombinasikan dengan suara kemudian.
Fall Out Boy walau sudah membuat video album dengan profesional, tapi cerita dalam video-videonya berkaitan langsung, sehingga syuting cukup dilakukan beberapa hari dengan kostum dan latar belakang berdekatan.
Apa keuntungan membuat video album bagi artis? Pertama: tentu saja meningkatkan popularitas. Semakin banyak sebuah video ditonton semakin besar pemasukan yang didapat artis dari Youtube. Kedua: diversifikasi pendapatan. Pendapatan dari karya seorang artis bisa didapat dari konser, video Youtube dan Vimeo, streaming Spotify, atau unduhan lagu iTunes. Bila popularitas artis naik di satu kanal (misal Youtube), ia bisa mendulang pemasukan berupa biaya unduhan lagu di iTunes, atau streaming lagu-lagunya di Spotify. Semakin sering musiknya diunduh, ditonton dan didengarkan, semakin besar pemasukannya dan semakin mungkin ia menerima permintaan konser yang bayarannya jauh lebih besar.

Namun hukum rimba berlaku pula di industri musik. Bila sebuah artis tidak menghasilkan karya yang cukup bagus, ia akan ditinggalkan penikmat hiburan dan penggemarnya. Akibat langsungnya, pemasukannya menurun dan ia menjadi tidak laku.

0 komentar: