Rabu, 17 Juli 2013

Stock Pick for Dummies : Buy

     Pernah bingung memilih saham mana yang harus kita ambil atau beli? Wajar. Saya juga begitu, dari dulu sampai sekarang saya masih bingung memilih saham yang akan dibeli.
     Untuk membeli saham biasanya ditentukan dulu jangka waktunya. Mau trading satu hari, swing trading, investasi bulanan, atau investasi tahunan (3-5 tahun). Kalau investasi tahunan, saya cenderung pilih saham yang produknya sering dipakai atau dijumpai sehari-hari. Misalnya Indomie (ICBP), AISA (Tiga pilar, produsen beras), ASSA, TAXI atau Kalbe (KLBF). Produk kelima perusahaan tersebut selalu dibutuhkan masyarakat baik dalam kondisi senang ataupun susah. Konsumsinya pun selalu naik setiap tahun.
      Untuk trading satu harian, saya pilih saham yang sedang tren naik atau yang pergerakannya dalam range tetap. Asal sudah untung 3-5% sudah saya jual. Kelemahan trading harian adalah harus rajin mengecek indeks internasional dan regional, memeriksa harga komoditas yang berhubungan dengan emiten, rumor dan sentimen yang menerpa saham, dan tren-tren yang ditunjukkan chart teknikal.
     Swing Trading adalah trading dengan jangka waktu maksimal 2 minggu atau 10 hari bursa. Pilih saham-saham yang MACDnya sudah di atas (bullish) dan saham-saham perbankan besar (BBCA,BBRI,BTPN,BDMN,BMRI) yang sedang turun. Kenapa? Karena jumlah saham beredar bank-bank tersebut sangat besar sehingga ada saja yang membeli dan menjual setiap hari. Persentase keuntungan dipatok maksimal 7%, kecuali saham yang bersangkutan terus naik sampai 10% dari harga pembukaan.
Saham yang dibeli untuk investasi bulanan hampir sama dengan saham yang dibeli untuk investasi tahunan. Bedanya, reminder di online trading disiapkan berbunyi kalau harga saham yang bersangkutan sudah naik sampai 15%. Kalau kondisi bursa sedang jelek, dianjurkan saham tersebut untuk dijual. Tapi kalau kondisi bursa bagus, laporan keuangan berstatus wajar tanpa persyaratan dan penjualan emiten terus naik, saham tersebut lebih baik ditahan.
      Jika saham yang bisa dipilih untuk investasi bulanan dan tahunan kategorinya tetap (saham konsumer, perbankan atau transportasi) maka saham yang bisa dipilih untuk trading lebih sedikit. Sesuai dengan namanya, trading yang berarti berdagang, stockpick untuk trading wajib mempertimbangkan tren yang sedang bergerak. Misal kalau musim tender proyek, pilih saham konstruksi atau pilih saham ritel saat Ramadhan dan Natal tiba.
      Punya software tambahan seperti AmiBroker memungkinkan investor mendapat informasi tambahan volume saham yang dibeli suatu broker, saham apa yang transaksinya naik atau saham apa yang sedang banyak dibeli investor lain. Indikator-indikator ini sekarang sudah banyak ditemui di online trading biasa. 

0 komentar: