Rabu, 03 Juli 2013

The Newsroom

   
         Will McAvoy, seorang pembaca berita (news anchor) harus menghadapi hilangnya sebagian besar staf yang mendukungnya. Ia pun harus bekerja sama dengan Mackenzie McHale sebagai Executive Producer barunya dan mengubah prosedur investigasinya ke arah baru.
      The Newsroom menceritakan transformasi seorang news anchor yang kompromis dan rating minded menjadi idealis dan tidak peduli rating. McAvoy berubah menjadi seseorang yang pemarah dan acuh menjadi bos yang peduli dan melindungi anak buahnya. Perubahannya membawa konsekuensi, mulai dari dijauhi pemirsa sampai ditekan atasan karena pendapatan iklan berkurang.
      Serial TV ini menarik karena di tiap episodenya ada tema utama yang dijadikan berita dan obyek investigasi, dipadu dengan dialog dan konflik antar karakter dalam memperjuangkan kepentingan dan pendapat masing-masing.
   Faktor yang membuat saya ketagihan menonton Newsroom berkali-kali adalah rasa penasaran tentang bagaimana seorang jurnalis sebaiknya bekerja, metode apa saja yang ia lakukan untuk menginvestigasi sebuah peristiwa, pertanyaan apa yang ia ajukan untuk menggali info dari narasumber, dan bagaimana seorang jurnalis berperang mengkompromikan idealismenya dengan tuntutan iklan dan rating. Faktor kedua ialah rasa penasaran akan masa lalu dan kelanjutan nasib tokoh-tokohnya pasca konflik.
   Aktor dan aktris pendukungnya jarang dikenal publik. Mereka antara lain Jeff Daniels, Emily Mortimer, John Gallagher Jr, Olivia Munn, Dev Patel,dan Jane Fonda. Dua Aktor terakhir sering kita dengar di nominasi Oscar.
  Akting dan dialog antar tokoh-tokoh pendukungnya sungguh bagus dan menggugah otak, tidak kalah dengan dialog di layar lebar. Aktris senior Jane Fonda menambah kekuatan cerita Newsroom walau hanya muncul sesekali.
     Berbeda dengan Game of Thrones atau Teen Wolf, kaitan antar episode dalam Newsroom sangat kecil, sehingga tidak masalah jika kita menontonnya tidak runut. Newsroom season 2 dikabarkan baru mulai tayang awal Juli ini. Saya harap ceritanya lebih baik dari Season 1 dan tidak hancur lebur seperti Smash season 2.


0 komentar: