Sabtu, 25 Januari 2014

Biaya dalam Investasi

 Saat membeli apapun alat investasi, investor pasti dikenakan berbagai macam biaya. Mulai dari biaya pembelian, biaya penjualan, pajak investasi, biaya pengelolaan, biaya menginap sampai biaya administrasi. Investor pasif atau investor yang sudah punya tujuan jelas tidak akan dipusingkan oleh biaya-biaya ini karena sudah punya perhitungan sendiri. Tapi bagaimana dengan investor pemula yang masuk jebakan, terlalu sibuk beli dan jual (trading) atau terjebak rayuan bagi hasil reksadana?

            Di sinilah muncul pentingnya pengetahuan investor pemula akan biaya investasi. Calon investor sebaiknya tidak hanya mengenal besarnya keuntungan, tapi juga besarnya risiko yang ditanggung dan biaya yang dikeluarkan.
    Biaya berinvestasi di saham mencakup biaya pembelian dan penjualan saja. Pajak 0.1% sudah termasuk biaya penjualan. Bila biaya pembelian 0.15%, maka biaya penjualannya 0.15% + 0.1% = 0.25%.
Biaya di reksadana mencakup biaya pembelian, biaya penjualan dan biaya pengelolaan. Biaya pembelian antara 0-3%. Biaya penjualan antara 1-3%, tapi bisa ditiadakan kalau investor “mendiamkan” reksadananya lebih dari setahun (tiga bulan kalau di sekuritas). Biaya pengelolaan sudah termasuk pajak dan langsung tercermin pada harga per unit reksadana. Investor tidak menanggung secara langsung.
            Forex memungut biaya menginap dan biaya transaksi. Besarnya bisa mencapai $100 per transaksi, dengan biaya menginap bisa mencapai $50 per malam. Jika ingin berinvestasi kurang dari 2miliar, tidak dianjurkan di forex.
     Investasi emas fisik, investor harus menanggung biaya pembelian, penjualan dan pengurangan nilai emas perhiasan dari biaya pembuatan. Saat menjual emas, investor harus cermat menghitung biaya pembuatan dan biaya sertifikasi agar tidak rugi.
            Biaya yang harus ditanggung investor surat hutang, alias obligasi antara lain biaya pembelian ± 0.3% dari nilai transaksi, pajak 20% dari kupon dan pajak penghasilan 15% saat menjual obligasi yang belum jatuh tempo. 

0 komentar: