Sabtu, 25 Januari 2014

Memulai Investasi : Reksadana (2)

     
         Sesudah membuka akun reksadana di sekuritas atau bank, ada baiknya calon investor mulai memilih ke reksadana mana dana akan diinvestasikan. Mengutip bahasa perencana keuangan handal Ligwina Hananto, Tujuan Lo Apa?
            Kalau belum jelas tujuannya, masih coba-coba, takut kehilangan uang atau cuma ingin memindahkan tabungan dari deposito ke reksadana, ada baiknya memilih reksadana pasar uang. Jenis reksadana ini memberikan keuntungan sama dengan deposito, sekitar 4-7% per tahun. Tanpa biaya bulanan. Tanpa biaya pembelian. Nilai uang investor tidak akan berkurang. Kerugiannya: pertumbuhan nilai uang investor tidak akan sanggup mengejar apalagi menyamai inflasi. Nilai uang maksimal hanya tumbuh 7%, inflasi mencapai 8% per tahun. Nilai riil uang justru menyusut.

            Kalau ingin mencicipi sedikit risiko, ada 2 pilihan yaitu reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran. Reksadana pendapatan tetap berisi surat hutang. Pertumbuhannya ±5-10% per tahun (minus terjadi saat krisis ekonomi global menerjang). Pertumbuhan nilai investasi lebih besar dibanding reksadana pasar uang, kemungkinan bisa mengejar inflasi dengan risiko sedikit lebih besar dan biaya pembelian maksimal 1.5% (kalau beli lewat CS bank pemerintah).
            Walau secara teori risiko reksadana pendapatan tetap lebih besar dibanding reksadana pasar uang, risikonya bisa dibilang sangat kecil. Sesuai buat investor yang ingin mencicipi risiko sangat kecil atau hanya ingin nilai uangnya tidak tergerus inflasi atau baru mulai belajar berinvestasi.
            Reksadana campuran berisi campuran saham dan surat hutang. Surat hutang yang dipakai biasanya obligasi pemerinta jenis FR, SUN atau ORI (SUKRI kalau reksadana campuran syariah). Jenis sahamnya relatif, tergantung tema atau tujuan reksadana yang tercantum di prospektus. Reksadana campuran syariah memakai saham-saham syariah dari DES (Daftar Efek Syariah) atau JII (Jakarta Islamic Index). Reksadana campuran growth berisi saham-saham LQ45 atau bekas LQ45 yang punya potensi kenaikan harga di masa depan. Reksadana campuran value stock mencakup sejumlah saham yang harga pasarnya diperkirakan masih di bawah harga wajarnya.
            Reksadana campuran dianjurkan dipakai oleh calon investor pemula yang sanggup menanggung risiko sedang, investor yang sudah kenal dan paham risiko atau investor yang punya tujuan investasi jelas. Reksadana campuran adalah alat investasi favorit perencana keuangan dan manajer investasi senior. Mereka menganjurkan reksadana campuran kepada investor yang sudah jelas tujuan investasi jangka panjangnya dan enggan berurusan dengan fluktuasi investasi. Komponen surat hutang (atau obligasi) dan saham yang berimbang sesuai dengan prinsip penyebaran risiko dengan diversifikasi investasi yang dianut manajer investasi dan perencana keuangan senior.
Adanya saham membuat reksadana campuran cukup berisiko. Fluktuasi bulanannya bisa mencapai ±2%. Investor yang belum kenal risiko atau takut kehilangan uang bisa panik saat nilai uangnya menyusut sekian persen dalam sebulan. Atau dilanda euforia akut saat tahu investasinya berkembang sekian persen dalam seminggu.
            Biaya pembelian reksadana campuran antara 1-3%. Reksadana campuran unggulan biasanya memungut biaya pembelian maksimal 3%.
            Reksadana saham, sesuai dengan namanya adalah alat investasi yang berisi saham, tepatnya 99% saham dan 1% cash. Satu manajer investasi bisa mengeluarkan hingga puluhan reksadana saham, mulai reksadana saham index, tematik, value stock, atau growth stock. Sebagian besar reksadana saham berisi saham-saham LQ45. Minimal 50% isi reksadana saham pasti mencakup saham sejumlah perusahaan besar seperti BCA, Mandiri, Astra, Unilever, Indofood atau Lippo.
            Biaya pembelian reksadana saham antara 1.5-3%. Biaya besar ini mencerminkan tingginya potensi imbal hasil yang mungkin didapat reksadana saham dan besarnya permintaan masyarakat akan reksadana saham. Sebuah reksadana saham bisa mencetak keuntungan 5% dalam sebulan atau rugi 6% di bulan berikutnya. Fluktuasi besar menandakan risiko dan potensi keuntungan yang besar pula.
            Reksadana saham adalah reksadana yang paling berisiko. Biasanya digunakan oleh investor berpengalaman atau investor saham pemula. Di sisi lain, reksadana saham adalah reksadana termurah. Bisa dibeli mulai 100ribu saja. Reksadana lain baru bisa dibeli mulai 500ribuan.
            Bagi pemuda-pemudi yang masih sekolah atau kuliah, reksadana saham adalah pilihan investasi paling sesuai dan masuk akan. Dengan hanya 100ribu per bulan, investor muda bisa belajar berinvestasi tanpa takut ditipu, bisa merasakan serunya fluktuasi pasar modal dan menikmati kebahagiaan saat nilain investasi berkembang.

            Happy investing

0 komentar: