Jumat, 03 Januari 2014

Protagonist Vulnerability

Tokoh utama suatu cerita pasti punya kelemahan. Dan kelemahannya itulah yang membuat suatu cerita bisa menarik. Penulis yang cerdas memanfaatkan kelemahan tokoh-tokoh rekaannya untuk membuat plot yang menarik dan membuat pembaca penasaran. Plot yang menarik tidak harus rumit. Plot sederhana yang mudah ditebak tapi tersamar pun menarik.

Baru-baru ini saya membaca sebuah fiksi yang tokoh utamanya sempurna, tak bercela dan lurus-lurus saja. Plotnya lumayan menarik walau ide dan temanya akrab dijumpai. Hasilnya cerita tersebut kurang greget. Peristiwa-peristiwa yang di fiksi lain tampak luar biasa jadi biasa. Apalagi reaksi protagonisnya mudah ditebak. Jadi tambah bosan membacanya. Fiksi tersebut tamat dalam 40 menit.
Dari membaca kisah yang terlalu sempurna inilah saja jadi sadar bahwa kelemahan tokoh utama yang membuat cerita menarik. Robert Langdon selalu terbawa oleh rasa penasaran dan wanita cantik. Harry Potter kesepian dan merindukan keluarga. Darrell Rivers, Percy Jackson dan Tuppence tidak terlalu cerdas dan menderita rendah diri akut yang coba ditutupi. Mereka semua punya kelemahan yang bisa dieksploitasi untuk menciptakan konflik dan plot oleh authornya. Kelemahan mereka itulah yang membuat jalan cerita sulit ditebak dan menarik rasa penasaran pembaca.

For me, a protagonist with tons of vulnerability works better. Their flaws make them closer to human that we can relate to. A perfect protagonist will ruin story and disgrace reader to read itu further becaus they can’t found something they can relate and attract to. 

0 komentar: