Selasa, 18 Maret 2014

Clutch: Mengapa Sebagian Orang Unggul Di Bawah Tekanan Dan Yang Lain Tidak By Paul Sullivan



  Satu lagi buku yang membahas kenapa sebagian orang berhasil dan sebagian (besar) lainnya gagal. Kalau Black Swan (Nicholas Nassim Taleb) berargumen bahwa nasib baik memegang peranan penting dan Outliers (Malcolm Gladwell) berpendapat sukses bagian dari latihan, maka Paul Sullivan dengan Clutch memaparkan bahwa kombinasi tekanan harapan, disiplin, fokus dan adaptasi mempengaruhi sukses seseorang atau sebuah organisasi.

            Daya tarik Clutch terutama ada di contoh kasus yang digunakan, yaitu kasus-kasus di bidang olahraga dan keuangan. Dua dunia dimana uang, tenaga, pikiran dan strategi yang dicurahkan berbanding lurus dengan hasil yang didapat dengan perbedaan tipis antar kompetitor. Dari dunia keuangan, Sullivan membandingkan Jamie Dimon (JP Morgan) dan Ken Lewis (Bank of America). Dari dunia olahraga, hadir petenis wanita legendaris Billie Jean King yang harus berjuang melawan stereotipe negatif terhadap wanita sekaligus lesbian.
            Versi terjemahan Clutch dirangkai dengan apik. Pembaca bisa menikmati paparan dan cerita-cerita di dalamnya dengan lancar tanpa perlu mengernyitkan dahi. Sangat jarang ditemui kata-kata yang sulit dicerna. Sullivan memakai kasus dan tokoh yang familiar di dunia olahraga dan keuangan, sehingga pembaca bisa memahami argumennya dengan cepat.
            Sullivan berargumen bahwa kerja keras dan nasib baik saja tidak cukup, diperlukan karakter yang adaptif untuk menggapai kesuksesan. Disiplin, fokus dan berani menghadapi tantangan bisa didapat dengan latihan dan kerja keras. Tapi karakter adaptif hanya bisa didapat dengan kemauan keras dari dalam diri seseorang atau organisasi itu sendiri. Itulah inti Clutch.
            Kekurangan Clutch, seperti halnya narasi-narasi kisa sukses lain, adalah ia menganalisis kesuksesan SESUDAH sukses itu terjadi, bukan sebelumnya. Sehingga orang atau organisasi yang sukses bisa berargumen apa saja untuk menjustifikasi keberhasilannya.
            Kekurangan kedua, contoh gagal Clutch sangat sedikit, bahkan Sullivan cenderung menimpakan kegagalan pada nasib buruk dan ketidak beruntungan. Kalau sukses berarti kerja keras dan adaptif, bukankah gagal pertanda kurangnya kerja keras dan karakter adaptif? Ketiga, tidak ada sesuatu yang baru dalam Clutch. Sudah banyak buku dengan tema dan sudut pandang sama bertebaran di toko buku dan Amazon.
            Dibanding Black Swan atau Outliers, tingkatan penuturan dan argumentasi Clutch masih di bawahnya. Tapi sebagai second opinion, buku ini cukup layak dibaca. Bisa diperoleh di berbagai toko buku seharga IDR 50ribu (tanpa diskon).

0 komentar: