Minggu, 30 Maret 2014

Jacatra Secret by Rizki Ridyasmara

Jacatra Secret adalah novel fiksi konspirasi karya Rizki Ridyasmara yang baru terbit di 2013. Menilik sampul dan judulnya saja, pembaca bisa langsung tahu bahwa novel ini mengekor ketenaran The Lost Symbol dan Da Vinci Code karya Dan Brown. Kebetulan novel-novel Dan Brown diterbitkan oleh Bentang, penerbit Jacatra Secret.

Jangan tertipu dengan judul dan cover novel ini. Jacatra Secret adalah novel yang datar, picik, ultranasionalis (sampai ke tingkat tidak mau dikritik), tidak memperhatikan fakta sejarah, dan sangat menyalahkan pihak Barat atas segala yang terjadi di Indonesia, tidak memakai logika wajar dan sangat bertumpu pada kisah konspirasi yang diragukan keakuratannya. Saking overnasionalisnya, Jacatra Secret membuat penduduk Indonesia tampak seperti orang-orang bodoh yang tidak bisa berpikir, lemah, tidak bisa berbuat apapun dan enggan berjuang. Fiksi ini pun menafikan peran pergerakan nasionalis dan diplomasi, seolah hanya kekuatan militer dan ekonomi makro yang berperan dalam pembangunan Indonesia.
Cerita dalam novel ini mengalir amat sangat lambat sekali, datar dan betul-betul membosanka. Alur (pace) ceritanya hambar dan pelan, tidak ada tantangan atau thrill yang membuat pembaca tertarik dan mengikuti terus. Bahkan tokoh antagonis yang dipasang bagai tempelan yang dipaksakan ada untuk memenuhi kaidah merangkai cerita.
Jika dibandingkan dengan Negara Kelima dan Rahasia Meede karya ES Ito, Jacatra Secret kalah jauh di bagian pemaparan, riset fakta dan sejarah, alur, pengembangan karakter, kemampuan membuat pembaca penasaran (thrill) dan kemampuan mempengaruhi pembaca berimajinasi.
Dua tokoh utamanya, John Grant dan Angelina Demetreia, digambarkan sempurna secara fisik dan intelektual. Mereka menjalani hidup yang lurus-lurus saja sampai seorang ekonom terkemuka (yang digambarkan mirip Soemitro Djojohadikusumo) tewas ditembak. Sejak saat itu mereka menjalani dua hari yang penuh kuliah dan fiksi sejarah.
Delapan puluh persen cerita dalam novel ini berisi campuran fakta dan rekaan sejarah hasil imajinasi pengarangnya. Namun, bumbu wajib novel yang menarik seperti keluarga, persahabatan, penderitaan atau percintaan sekalipun tidak ada di dalamnya.
Dilihat dari pengembangan karakternya saja, Jacatra Secret gagal menampilkan transformasi dan motif tokoh-tokohnya untuk menyelidiki pembunuhan seorang kakek tua. Jacatra Secret mirip kisah Hardy Boys dimana kondisi tokoh utama sama dari awal sampai akhir, minus ketegangan dan kenakalan hidup manusia normal.
Sepertinya Rizki Ridyasmara terlalu terobsesi dengan ide konspirasi umat manusia yang dibawa John Perkins dan kurang memahami bagaimana kegiatan ekonomi seperti industri dan perdagangan berjalan, atau proses negosiasi politik dan sistem sosial bekerja. Akibatnya, fiksi karyanya dipenuhi teori konspirasi yang tidak jelas maksud dan tujuannya.
Saking membosankannya Jacatra Secret, saya bisa selesai membaca ke-sebelas seri novel Percy Jackson (mulai dari Lightning Thief sampai House of Hades), Ketiga buku Hunger Games, dua seri Bliss dan Empat kumpulan kasus Sherlock Holmes sampai tamat. Padahal ketika menikmati kisah sejenis karya ES Ito mata saya tidak bisa lepas dari jalinan ceritanya.

Saran saya, bacalah novel ini dengan cepat dan pinjam dari perpustakaan saja. Masih banyak buku lain yang lebih menarik daripada Jacatra Secret. Lewati bagian-bagian yang mirip buku pelajaran sejarah anak kelas 3 SD. Nikmati saja bagian sekelumit sejarah arsitektur Jakarta yang dicampur khayalan ala 1984 nya George Orwell. Hanya bagian itulah yang cukup menarik dari novel ini.

0 komentar: