Jumat, 14 Maret 2014

In Praise of: Louisa May Alcott


      Hanya beberapa penulis yang karya-karyanya bisa saya baca berulangkali sampai bukunya perlu ganti sampul. Di antaranya: John Grisham, Michael Crichton, Agatha Christi, Enid Blyton, Malcolm Gladwell, Walter Isaacson dan Louisa May Alcott.

            Louisa May Alcott adalah penulis yang menelurkan sejumlah karya, di antaranya Little Women dan Goodwive. Keunggulan karya-karyanya adalah alurnya yang begitu mengalir, pengembangan karakter yang konstruktif (tokoh-tokohnya bisa jatuh bangun berulang kali dan semakin kuat dan baik), konflik yang detail dan membangun, dan rangkaian kata yang sederhana dan mudah dimengerti. Karena kesederhanaannya itulah, baik versi asli maupun terjemahan tidak ada perbedaan jauh, tetap menghibur dan membangun.
            Kesederhanaannya jugalah yang membuat karya-karya Alcott tetap digemari walau banyak penulis-penulis baru bermunculan. Karya-karyanya, terutama Little Women, termasuk karya wajib yang disediakan aplikasi pembaca ebook  manapun.
            Nilai-nilai yang ditawarkan Alcott dalam novel-novelnya bersifat universal dan bisa diterima hingga saat ini. Bahwa kombinasi kelembutan dan ketegasan diperlukan dalam mendidik anak, bahwa dialog diperlukan dalam membangun rumah tangga dan keluarga yang kuat, bahwa memaafkan punya kekuatan luar biasa dalam menumbuhkan kepribadian seseorang, tetap relevan hingga saat ini.
            Alcott memasukkan nilai-nilai tersebut bukan dengan konflik yang keras atau pertentangan panas seperti James Patterson atau Sidney Sheldon, tapi melalui tingkah laku, dialog dan interaksi yang mengalir dan dapat direfleksikan dalam hidup penggemar-penggemarnya.

0 komentar: