Minggu, 02 Maret 2014

Kenapa Pemerintah Tidak Seharusnya Tunduk pada Tekanan Investor

 Di negara-negara maju, terutama negara yang menganut sistem parlementer di Eropa sana, tiap kali bursa saham turun lebih dari 10% dalam sebulan (seperti yang terjadi di medio 2009-2012) kepercayaan rakyat (yang disurvei) terhadap pemerintah turun drastis dan Perdana Menteri yang berkuasa dipaksa membuat peraturan yang ramah investor atau mengganti menteri strategis. Menurut saya perubahan ini sebetulnya tidak perlu-perlu amat, kecuali bila negara tersebut punya hutang besar ke lembaga donor tertentu seperti IMF, World Bank, atau negara-negara kaya. Kenapa?
Pertama, bursa tidak mencerminkan segala yang terjadi di pasar riil. Sebagian ekonom berargumen bahwa kondisi bursa efek adalah indikator awal kondisi ekonomi suatu negara. Sayangnya sebagian pihak, terutama hedge funds, bisa mengendalikan fluktuasi bursa efek suatu negara dan menimbulkan sinyal palsu (noise) mengenai indikator awal kondisi ekonomi itu. Kalau bursa turun sampai 5% dalam seminggu belum tentu sebuah pertanda bahwa kondisi ekonomi atau industri suatu negara bakal turun (kontraksi) 5% di bulan itu.
Kedua, bursa dimanapun saat ini masih dipengaruhi emosi yang disebabkan rumor dan sentimen pasar. Kalau ada gosip bahwa suku bunga acuan akan turun atau adanya peraturan fiskal baru, pelaku bursa akan bereaksi dengan membeli atau menjual saham, tergantung sudut pandang mereka. Bila sebagian besar pelaku bursa berpandangan positif dan membeli saham, bursa akan naik. Bila sebagian besar berpandangan negatif dan menjual saham, bursa akan turun.
Tiga, bursa bisa dikendalikan pemodal besar. Seperti hedge funds atau manajer investasi yang terafiliasi dengan sekuritas dan emiten tertentu (misal: MNC atau Bakrie Group).

Last but not least, dana yang masuk bursa adalah hot money. Beda dengan investasi langsung berbentuk FDI (foreign direct investment) yang berdiam di suatu negara dalam waktu tahunan, hot money bisa masuk dan keluar kapan saja. Bisakah sesuatu yang labil dipercaya?

0 komentar: