Kamis, 09 September 2010

End of Ramadhan

   Tidak terasa tinggal satu hari yang harus dilalui untuk menggenapi ibadah puasa wajib di Bulan Ramadhan. Tadi malam sudah melaksanakan ibadah shalat taraweh terakhir di masjid. Tadi pagi juga sudah sahur terakhir. Agak sedih juga bulan Ramadhan berakhir. Padahal badan sudah terbiasa dengan kondisi sedikit sedikit makan dan sedikit minum. Stamina mulai terbangun walau asupan energi sedikit. Tapi saya tidak bersedih karena masih ada puasa sunah di bulan Syawal dan kewajiban membayar hutang puasa. Sebagai seorang wanita normal, puasa wajib memang nyaris tidak pernah penuh karena pasti ada saatnya kita haid dan harus rela tidak puasa dan beribadah. 

    Kalau mendekati Lebaran alias Idul Fitri begini ada satu tradisi yang hanya ada di Indonesia, yaitu mudik. Mudik bisa diartikan sebagai pulang kampung, kembali ke tempat atau daerah asal kita. Buat penghuni kota besar yang berasal dari desa ini berarti pulang ke kampung halaman tempat tinggal orang tua. Namun ada juga yang seluruh keluarganya sudah tinggal di satu kota atau daerah sehingga tidak perlu mudik. 
     Mudik atau pulang kampung di Indonesia merupakan pergerakan manusia terbesar dan terbanyak. Semua moda transportasi disiapkan demi lancarnya kegiatan mudik ini. Kapal, bus, kereta api, pesawat, dan kendaraan pribadi dipersiapkan sungguh-sungguh supaya tidak ada gangguan selama perjalanan. Jalan tol baru dibuka. Rel kereta api diperiksa, diperbaiki dan diberi papan peringatan baru. Bus, mobil, motor, dan pesawat terbang dimasukkan ke bengkel dari jauh-jauh hari. Bahkan setiap selesai melakukan perjalanan kendaraan-kendaraan tersebut langsung masuk bengkel dan diperiksa mekanik.
      Akhir Ramadhan juga identik dengan baju baru. Alasannya untuk menghormati orang lain ketika sedang bersilaturahmi diperlukan penampilan yang baik, sopan, rapi dan menawan. Jadilah selama bulan puasa toko busana diserbu pembeli. Tidak heran jika retail busana membanting harga besar-besaran di bulan Ramadhan. Membanjirnya pembeli juga membuat toko dan retail busana menambah jumlah kasir mereka. Karena kalau hanya mengandalkan jumlah kasir seperti biasa bisa dipastikan antrian pembeli yang akan membayar mengular sampai bermeter-meter. Tidak hanya baju, kadang toko sepatu dan jilbab juga diserbu dengan alasan yang sama dengan baju baru.
      Pasar juga diserbu pembeli yang berbelanja barang kebutuhan pokok. Idul Fitri juga identik dengan masakan-masakan seperti rendang, ketupat sayur, opor ayam dan makanan berlemak lainnya. Tidak heran harga daging dan beras melonjak gila-gilaan. Permintaan naik berlipat-lipat sedangkan pasokan tetap. 
       Apapun itu, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Batin :D
   

0 komentar: