Senin, 06 September 2010

The Little Secret by Kate Saunders

    Buku ini adalah salah satu buku cerita anak sederhana yang pernah saya temui. Cerita setebal 217 halaman ini mengisahkan petualangan Jane Hughes di negeri peri-serangga yang disebut Eckers. Inti ceritanya sederhana : kebaikan selalu menang melawan kerakusan, dan kita bisa memperoleh hal yang kita inginkan dengan usaha sekeras mungkin. 
    Cerita diawali dengan datangnya murid baru di sekolah Jane yang bernama Staffa. Ia datang dengan tujuan mencari teman karena sering berpindah tempat tinggal. Ia memilih Jane karena tempat duduk mereka berdekatan. Mereka pun segera menjadi akrab karena sebelumnya Jane juga tidak memiliki teman perempuan akrab yang sebaya. Staffa sering datang ke rumah Jane untuk bermain dengan saudara-saudara Jane, dan Jane pun sering diundang ke kediaman Staffa (hotel termewah di desa Jane) untuk mendengarkan cerita Ibu Staffa, Lady Matilda.
    Menjelang liburan musim panas  Lady Matilda mengundang Jane berlibur ke istananya. Orangtua Staffa langsung menyetujuinya. Hari pertama liburan musim panas Jane, Staffa dan Lady Matilda berangkat ke istana mereka di utara dengan mobil keluarga Lady Matilda yang disopiri Prockol. Sepanjang perjalanan Jane dibelikan bermacam baju dan hadiah, bahkan Staffa membelikan seluruh anggota keluarga Jane mainan dan hadiah dan dikirimkan ke rumah Jane dengan paket. 
    Setelah beberapa hari perjalanan mereka sampai di sebuah pulau tempat Prockol dan istrinya tinggal. Mereka bermalam di sana dan keesokan harinya mendaki bukit menuju istana Lady Matilda. Setelah sekian lama mendaki, mereka sampai di lapangan luas dengan gundukan batu di salah satu sisinya. Lady Matilda menyuruh Jane meletakkan kotak berukir yang selalu dibawanya di antara dua batu terbesar di gundukan batu itu dan Staffa memakaikan cincin emas ke jemari Jane. Begitu cincin emas itu terpasang di jari Jane mereka semua langsung menyusut menjadi liliput yang lebih kecil dari semut.
     Ternyata Lady Matilda adalah penguasa negeri Eckers. Rakyat Eckers terdiri dari  makhluk persilangan antara tikus dan goblin berwajah segitiga yang disebut eckers. Bangsawannya yang disebut Eckwald sendiri persilangan antara manusia dengan peri, seperti Staffa dan Lady Matilda. Di Eckers terdapat lebah sebagai hewan transportasi layaknya kuda, siput untuk dimakan, dan serangga untuk berbagai keperluan serba guna.
      Di istana Jane berkenalan dengan kakak Staffa yang bernama Quarley. Quarley ialah raja Eckers yang resmi. Jane juga diberi seorang pelayan bernama Twilly. Jane dengan segera akrab dan bersahabat dengan Twilly sehingga Staffa agak cemburu. Lalu ada Norah the Old Princess. Jane mengira Norah adalah nenek Staffa dan Quarley, tapi sebenarnya Norah adalah istri Quarley. Eckwald dan Eckers berumur sangat panjang. Walau Norah dan Quarley berusia sama (lebih dari 100 tahun) tapi Quarley nampak berumur 20an, sedangkan Norah menua dan renta. Migorn merupakan seorang penyanyi dan idola di negeri Eckers. Jane dengan cepat tertarik kepada Migorn.
       Tujuan Lady Matilda membawa Jane ke negeri Eckers ternyata untuk menikahkannya dengan Quarley. Staffa yang mengetahui hal itu belakangan tidak bisa berbuat apa-apa karena ia sungguh kesepian dan merindukan teman. Quarley sendiri tidak bersedia karena ia bersumpah tidak akan menikah lagi selama Norah masih hidup.
       Dalam waktu singkat Jane menyadari bahwa Lady Matilda adalah orang yang kejam, licik, penuh tipu daya, serakah, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Bahkan ia tidak segan mengirim Quarley yang tidak lain anaknya sendiri ke penjara karena bersedih atas kematian Norah. Staffa sendiri tidak senang atas perbuatan ibunya dan memendam dendam karena Lady Matilda membunuh ayahnya.
       Ketika diadakan acara tahunan Balapan Laba-Laba dan Pertunjukan Teater, meletuslah pemberontakan oleh Norahs. Jane ditangkap oleh mereka dan dilarikan keluar istana. Sedangkan Lady Matilda selamat dan berhasil menghalau mereka.
      Jane dibawa ke rumah Twilly. Disini ia mengetahui bahwa yang menangkapnya ada  kelompok simpatisan  Norah the Old Princes. Staffa dan Twilly termasuk anggotanya. Narcas (pelayan setia Norah) merupakan pendirinya. Dan Quarley memimpin Norahs diam-diam karena ia tidak menyukai kediktatoran ibunya dan menginginkan pemerintahan yang demokratis. Di rumah Twilly inilah Staffa menjelaskan cerita Quarley dan Norah kepada Jane. Ia juga menjelaskan bahwa selama puluhan tahun Lady Matilda berusaha mencari calon istri baru untuk Quarley dari dunia manusia dan gagal, sehingga ia menggunakan Staffa sebagai umpan dan menyuruhnya mencari teman. Staffa yang kesepian langsung setuju dengan ide ibunya tanpa mengetahui bahwa teman yang dibawanya akan menjadi calon pendamping kakaknya.
       Staffa bercerita bahwa dengan ditangkapnya Quarley maka harapan Jane untuk pulang ke rumah hampir tidak ada. Jane tidak menyerah. Ia bertekad untuk menyelamatkan Quarley, melengserkan Lady Matilda dan pulang ke rumah. Dengan menggunakan lebah peliharaan kakak ipar Twilly, Jane ditemani Staffa sebagai penunjuk jalan terbang ke kastil tepi hutan untuk menyelamatkan Quarley. Dengan sedikit usaha merebut kunci dari penjaga, mereka berhasil membebaskannya.
        Di rumah Twilly, Jane disuguhi kejutan baru dengan acara pernikahan Quarley dan Migorn. Dengan menikahnya mereka berdua, maka Jane tidak perlu menikahi Quarley. Segera sesudah acara pernikahan berakhir, Norahs (termasuk Jane, Staffa dan Migorn) menyerbu istana mengendarai lebah-lebah. Sayang di tengah jalan mereka diserbu Pasukan Belalang peliharaan Lady Matilda. Jane, Staffa dan Migorn menyelamatkan diri ke Panti Asuhan Dancing Orphans tempat Migorn tumbuh dan dirawat. Tetapi Lady Matilda berhasil menemukan mereka.
        Untunglah Quarley berhasil mengalahkan Pasukan Belalang dan tentara kerajaan. Ia kemudian membentuk Parlemen dan menyerahkan kepemimpinan kepada rakyat melalui demokrasi. Lady Matilda dikurung di ruangan bekas tempat Norah The Old Princess. Jane bisa pulang ke rumah dengan selamat dengan membawa semua hadiah dan kenang-kenangan dari Staffa.
       

0 komentar: